close

Sep. 23, 2020
P.T. Century Textile Industry
PERATURAN TATA TERTIB
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN LUAR BIASA
PT. CENTURY TEXTILE INDUSTRY TBK
DISINGKAT PT CENTEX TBK
("Perseroan")
TANGGAL 25 SEPTEMBER 2020

centex

Dalam Peraturan Tata Tertib ini Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan akan disebut “RUPST” dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan akan disebut “RUPSLB”. Jika yang dimaksudkan adalah keduanya, maka akan disebut ”Rapat”. 1. Ketua Rapat Rapat akan diketuai oleh Komisars selaku Ketua Rapat dan pembahasan setiap agenda Rapat akan dipimpin oleh Wakil Presiden Direktur Perseroan atas nama Ketua Rapat. 2. Bahasa yang dipakai Pembukaan Rapat oleh Komisaris akan dilakukan dengan menggunakan Bahasa Inggris dan pembahasan setiap agenda Rapat oleh Wakil Presiden Direktur akan menggunakan Bahasa Indonesia. 3. Para pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam Rapat Yang berhak hadir atau diwakili dalam Rapat adalah para pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 2 September 2020, pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat. 4. Bukti hak untuk hadir atau untuk diwakili dalam Rapat Ketua Rapat berhak untuk meminta seseorang yang menghadiri Rapat untuk membuktikan bahwa ia berwenang secara hukum untuk menghadiri Rapat. 5. Persyaratan sebelum memasuki ruang Rapat. a. Para Pemegang Saham yang sahamnya belum terdaftar secara elektronik dalam penitipan kolektif KSEI atau Pemegang Kuasa mereka dengan hormat diminta untuk membawa pada saat Rapat dan menyerahkannya kepada petugas pendaftaran Perseroan sebelum memasuki ruang rapat (i) fotokopi Surat Kolektif Saham untuk saham Pemegang Saham, dan (ii) fotokopi Kartu Identitas (KTP) atau dokumen identitas yang sah lainnya. b. Pemegang Saham yang sahamnya sudah terdaftar dalam penitipan kolektif KSEI atau Pemegang Kuasa mereka harus menyerahkan (i) Konfirmasi Tertulis Untuk Rapat (“KTUR”). KTUR disediakan oleh perusahaan efek atau Bank Kustodian masing-masing. (ii) fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti jati diri lainnya, dan harus diserahkan, kepada petugas pendaftaran Perseroan sebelum memasuki ruang Rapat. 6. Surat Kuasa Pemegang saham Perseroan hanya dapat diwakili dalam Rapat ini oleh orang lain berdasarkan surat kuasa yang diberikan oleh pemegang saham Perseroan yang sah. Perseroan telah menyediakan alternatif bagi pemegang saham untuk memberikan kuasa secara elektronik melalui sistem eASY.KSEI yang dikelola oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) (“e-Proxy”). Perseroan sangat menganjurkan seluruh pemegang saham untuk memberikan kuasa kepada pihak independen yang ditunjuk oleh Perseroan, melalui e-proxy untuk mewakili pemegang saham untuk hadir dan memberikan suara dalam Rapat. Panduan Pemberian Kuasa kepada pihak independent dapat diakses melalui link berikut https://akses.ksei.co.id/ 7. Memasuki dan meninggalkan ruang Rapat Selama Rapat berlangsung, para pemegang saham Perseroan dan/atau kuasa pemegang saham Perseroan diminta untuk tidak keluar-masuk ruang Rapat yang dapat mengganggu jalannya Rapat. Pemegang saham atau kuasanya yang akan tetap hadir secara fisik dalam Rapat wajib mengikuti dan memenuhi protokol keamanan dan kesehatan yang akan diberlakukan Perseroan secara ketat yaitu sebagai berikut: a. wajib menggunakan masker selama berada di area gedung tempat penyelenggaraan Rapat termasuk pada saat Rapat berlangsung; b. wajib mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan, termasuk namun tidak terbatas pada, pemeriksaan suhu tubuh dan sebagainya sesuai dengan protokol yang ditetapkan oleh Perseroan; c. pada saat pendaftaran, telah mengisi Self-Assessment Risiko COVID 19 pada link berikut ini: https://bit.ly/2zCnyHe/), yang memuat informasi kesehatan; d. wajib menerapkan kebijakan physical distancing sesuai arahan Perseroan; dan e. wajib segera meninggalkan area tempat penyelenggaraan Rapat segera setelah Rapat selesai. Perseroan berhak untuk melarang pemegang saham atau kuasanya untuk menghadiri atau berada dalam ruang tempat penyelenggaraan Rapat jika pemegang saham atau kuasanya tidak memenuhi protokol keamanan dan kesehatan sebagaimana dijelaskan di atas atau dalam kondisi tidak sehat terutama apabila terdapat gejala Covid-19. 8. Penggunaan alat komunikasi dalam ruang Rapat selama berlangsungnya Rapat Selama Rapat berlangsung, para hadirin dihimbau agar tidak menggunakan tilpon genggam atau alat komunikasi lainnya dalam ruang Rapat dan/atau di sekitar ruang Rapat yang dapat mengganggu jalannya Rapat. 9. Keabsahan RUPST dan RUPSLB Untuk semua mata acara RUPST, RUPST tersebut sah dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat jika dihadiri oleh para pemegang saham Perseroan atau kuasa mereka yang sah yang mewakili lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari semua saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan. RUPSLB adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat jika dihadiri oleh para pemegang saham Perseroan atau kuasa mereka yang sah yang mewakili paling sedikit 2/3 (dua pertiga) bagian dari semua saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan. 10. Pengambilan keputusan dalam Rapat Keputusan Rapat harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Jika tidak tercapai mufakat, maka: a. keputusan untuk semua mata acara RUPST diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan secara sah dalam Rapat; dan b. keputusan untuk mata acara RUPSLB diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju lebih dari 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan secara sah dalam RUPSLB. 11. Pemungutan suara dalam Rapat a. Sesuai ayat 23.5 Pasal 23 Anggaran Dasar Perseroan, para anggota Direksi, para anggota Dewan Komisaris dan karyawan Perseroan dapat menjadi kuasa pemegang saham Perseroan dalam Rapat, namun suara yang mereka keluarkan selaku kuasa dalam Rapat tidak dihitung dalam pemungutan suara. b. Sesuai ayat 23.4 Pasal 23 Anggaran Dasar Perseroan, tiap saham memberikan hak kepada pemiliknya untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam suatu Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, termasuk dalam Rapat. c. Seorang pemegang saham Perseroan atau kuasa pemegang saham hanya dapat mengeluarkan suaranya sekali saja (berkaitan dengan satu usul) untuk semua saham yang dimilikinya/ diwakilinya. d. Menurut ayat 23.7 Pasal 23 Anggaran Dasar Perseroan, pemegang saham dengan hak suara yang hadir dalam Rapat, namun tidak mengeluarkan suara (abstain) dianggap mengeluarkan suara yang sama dengan suara mayoritas pemegang saham yang mengeluarkan suara. e. Jika Ketua Rapat menanyakan apakah ada pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham yang tidak menyetujui atau mengeluarkan suara blanko atas usul keputusan untuk agenda Rapat dan jika tidak ada pemegang saham dan kuasa pemegang saham Perseroan yang tidak setuju atau mengeluarkan suara blanko terhadap usul keputusan tersebut, Ketua Rapat berhak menyimpulkan bahwa pemegang saham dan kuasa pemegang saham yang hadir di Rapat ini telah menyetujui usul yang bersangkutan dengan suara bulat f. Jika ada pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham Perseroan yang tidak menyetujui usul yang bersangkutan atau mengeluarkan suara blanko, maka Ketua Rapat akan meneruskan dengan melakukan acara pemungutan suara g. Ketua Rapat akan meminta Notaris yang menghadiri Rapat untuk membuat Risalah Rapat, untuk menghitung dan kemudian mengumumkan hasil pemungutan suara. h. Ketua Rapat akan melaksanakan pemungutan suara dengan cara sebagai berikut: Pertama, Ketua Rapat akan meminta agar pemegang saham dan/atau kuasa para pemegang saham yang tidak menyetujui atau mengeluarkan suara blanko atas usul keputusan untuk mengangkat tangan; Kedua, Ketua Rapat akan menegaskan bahwa para pemegang saham atau kuasa pemegang saham yang tidak mengangkat tangan pada tahap pertama sebagai pemegang saham yang menyetujui keputusan yang diusulkan dan mereka tidak akan diminta untuk mengangkat tangan i. Setelahnya, Ketua Rapat akan meminta Notaris untuk mengumumkan hasil pemungutan suara tersebut di Rapat. 12. Prosedur untuk mengajukan pertanyaan dalam Rapat 1. Selama pembicaraan mengenai suatu agenda Rapat, Ketua Rapat akan memberikan kesempatan kepada para pemegang saham dan kuasa pemegang saham untuk bertanya dan/atau menyatakan pendapat pada saat yang ditentukan oleh Ketua Rapat. 2. Menurut ayat 23.10 Pasal 23 Anggaran Dasar Perseroan, setiap hal yang diajukan oleh pemegang saham atau kuasa pemegang saham selama pembicaraan atau pemungutan suara dalam Rapat harus memenuhi semua syarat sebagai berikut: a. menurut pendapat Ketua Rapat hal tersebut berhubungan langsung dengan acara Rapat; b. hal tersebut diajukan oleh satu atau lebih pemegang saham yang sendiri atau bersama memiliki sedikitnya 10% (sepuluh persen) dari jumlah saham dengan hak suara yang sah yang dikeluarkan Perseroan pada saat itu; c. menurut pendapat Direksi hal tersebut berhubungan langsung dengan usaha Perseroan; d. usul-usul untuk pengangkatan para anggota Dewan Komisaris dan Direksi sudah harus disampaikan kepada Direksi sedikitnya 7 (tujuh) hari sebelum Rapat. 3. Hanya pemegang saham dan kuasa pemegang saham Perseroan yang sah yang berhak untuk mengajukan pertanyaan dan/atau menyatakan pendapat, dan prosedur berikut ini yang harus dilaksanakan: i. Ketua Rapat akan meminta para pemegang saham dan kuasa para pemegang saham yang ingin mengajukan pertanyaan dan/atau menyatakan pendapatnya untuk mengangkat tangan, dan kepada mereka akan diberikan formulir pertanyaan untuk diisi; ii. para pemegang saham dan kuasa para pemegang saham diminta untuk mengisi formulir pertanyaan dengan nama pemegang saham yang bersangkutan, jumlah saham yang dimiliki/diwakili dan pertanyaan yang akan diajukan. Petugas Perseroan akan mengumpulkan formulir yang sudah selesai diisi dan menyampaikannya kepada Ketua Rapat; iii. setelah semua formulir yang selesai diisi terkumpul, Ketua Rapat dan/atau seorang anggota Direksi atau pihak lain yang ditunjuk oleh Ketua Rapat akan memberikan jawabannya; dan iv. setelah semua pertanyaan, termasuk pertanyaan yang dikirimkan kepada Perseroan sebelum Rapat, ditanggapi oleh Ketua Rapat dan/atau oleh anggota Direksi atau pihak lain yang ditunjuk oleh Ketua Rapat, Ketua Rapat akan melanjutkan Rapat. 13. Peraturan Tata Tertib untuk Rapat ini dikeluarkan sebagai peraturan pelaksanaan lebih lanjut ketentuan Anggaran Dasar Perseroan tentang Tata Tertib dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan. 14. Jika ada hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan Rapat ini yang tidak dan/atau tidak cukup diatur dalam Peraturan Tata Tertib ini, Ketua Rapat berhak memutuskan hal tersebut. 15. Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Perseroan tidak akan menyediakan makanan, minuman, souvenir, buku Laporan Tahunan Perseroan dan bahan Rapat lainnya dalam bentuk hardcopy (tersedia di website Perseroan) di penyelenggaraan Rapat ini

Jakarta, 25 September 2020 Direksi Perseroan